Misalnyaketika udara panas, kita bisa mengkondisikan udara menjadi dingin dengan menggunakan AC dan sebaliknya ketika udara dingin. Jadi pengertian dari AC itu sendiri adalah sebuahalat yang mampu mengatur atau mengkondisikan udara didalam ruangan dan bisadiatur sesuai dengan kehendak kita. Komponen-komponen AC 1. Refigerant Prosescara kerja Air Conditioner (AC) dalam pendinginan suatu ruangan merupakan proses perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana distribusi temperatur pada suatu ruangan yang terdapat AC di dalamnya yang diselesaikan dengan mengimplementasikan metode elemen terdapatdi dalam BW pada saat ini telah diatur secara terpisahtersendiri oleh from EKONOMI 32424 at Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Study Resources. Terdapat di dalam bw pada saat ini telah diatur. School Sekolah Tinggi Akuntansi Negara; Course Title EKONOMI 32424; Uploaded By Rahmajariatul18. AirConditioner (AC) merupakan sebuah alat yang digunakan untuk pengkondisian udara didalam ruangan. Kok pengkondisian udara? Yaaa.. karena kondisi suhu udara bisa diatur atur sesuai dengan kehendak kita. Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja dari ACitu sendiri? Otomatis frekuensinya diatur oleh suhu yang tengah tersedia di dalamnya. Pada saat suhu ruangan sudah dingin, sensor pintar dari AC ini akan mengatur arus listrik yang dipakai dan membuat putaran kompresor melambat. Hal ini tentu saja akan membantu Anda dalam menghemat listrik. 6 dari 8 halaman Jenis AC Cassette Ft9bK. JAKARTA, - Untuk menjauhkan hawa panas di sebuah ruang dalam rumah, memasang AC adalah jawaban bagi sebagian besar penghuni rumah, khususnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang terik. Oleh karena itu, bukan pemandangan yang asing apabila rumah-rumah di daerah perkotaan banyak yang menggunakan AC, bahkan lebih dari satu begitu, tidak sedikit pemilik AC masih ada yang percaya dengan mitos-mitos mengenai penggunaan atau aturan dalam menggunakan AC, yang pada kenyataannya hal itu justru tidak benar adanya. Baca juga 5 Cara Efektif untuk Membuat Rumah Tetap Adem Meski Tanpa AC Dilansir dari berbagai sumber, Selasa 20/4/2021, berikut ini beragam mitos mengenai penggunaan AC yang tidak lagi harus kamu percaya. 1. Menyetel ke suhu terendah untuk mempercepat pendinginan Saat cuaca begitu panas, biasanya orang-orang akan langsung menyalakan AC dan memilih suhu terendah agar dapat mendapatkan hawa sejuk dan dingin dengan lebih cepat. Perlu kamu ketahui bahwa hal demikian adalah mitos. Kesalahan umum ini berasal dari masa lalu ketika banyak pemilik rumah tidak tahu bagaimana sistem AC mereka bekerja. Mengutip Stans AC, orang-orang sering kali mengatur suhu AC mereka ke suhu yang sangat rendah, mengira AC akan mendinginkan ruangan atau rumah lebih cepat. Tapi, pada kenyataannya itu tidak. Baca juga 13 Kemungkinan yang Menyebabkan AC Tidak Mau Menyala AC milikmu bekerja sama kerasnya ketika kamu mencoba mendinginkan rumah dengan menurunkan satu derajat atau 15 derajat. Tindakan terbaik adalah mengatur suhu tepat di tempat yang kamu butuhkan. Ini hanya masalah waktu dan pengaturan yang telah kamu pilih. Jadi atur suhu yang tepat di tempat yang kamu inginkan, tidak lebih rendah dari yang kamu butuhkan. 2. Semakin besar unit AC, semakin baik Ya, ukuran AC memang penting, tetapi yang terpenting adalah menemukan unit AC yang berukuran sesuai untuk rumahmu, bukan hanya yang terbesar yang dapat kamu temukan. Jika kamu memerlukan contoh, pikirkan betapa tidak efisiennya menempatkan mesin mobil sport 12 silinder di dalam hatchback mungil. Kemampuan pendinginan AC yang terlalu besar akan ditiadakan oleh daya yang digunakannya. Selain itu, AC dengan ukuran yang tidak tepat cenderung berputar lebih sering, yang menyebabkan keausan yang lebih cepat. 3. Menutup ventilasi Meskipun kamu merasa membantu dengan tidak "membuang" udara dingin di ruangan yang tidak digunakan saat menutup ventilasi pada ruangan yang ada AC, kamu harus tetap membuka ventilasi baik ruangan AC sedang digunakan atau tidak. Menutup ventilasi sebenarnya membuang keseimbangan halus dari distribusi udara di seluruh rumahmu. Dengan menutup ventilasi, yang kamu lakukan hanyalah mendinginkan bagian dalam saluran udaramu. 4. AC mendinginkan udara Mendinginkan rumahmu jelas merupakan manfaat terbesar dari memasang dan menyalakan AC. Namun, mengatur suhu yang nyaman di dalam rumahmu hanyalah satu hal yang dilakukan oleh AC milikmu. Seperti kepanjangannya yakni Air Conditioner, unit AC yang kamu pasang di sebuah ruangan hanya mengondisikan udara dengan menghilangkan kelembaban. Baca juga Tinggal di Kawasan Dekat dengan Laut Bisa Merusak AC Lebih Cepat? 5. Penempatan AC tidak penting Ini mungkin sesuatu yang belum pernah kamu pertimbangkan, tetapi penempatan unit AC yang kamu miliki dapat secara signifikan memengaruhi efisiensi energi listrik. AC harus dipasang di tempat yang memungkinkan penyesuaian yang nyaman. Departemen Energi AS menyarankan untuk memasang AC di dinding interior, dijauhkan dari sinar matahari langsung, angin, pintu, skylight, dan jendela. Selain itu, furnitur tidak boleh ditempatkan di bawah atau di depan AC milikmu. 6. Baru mengganti AC sampai rusak seutuhnya Biaya awal untuk mengganti unit AC baru memang besar, tetapi itu tidak berarti kamu harus menghindari pembelian baru. Jangan membuat kesalahan dengan menyimpan AC lama milikmu lebih lama dari yang seharusnya. Baca juga Apakah Perlu Menggunakan Humidifier di Ruangan Ber-AC? AC tua akan bekerja dengan buruk, menghabiskan lebih banyak uang untuk perbaikan dan akhirnya menjadi lebih banyak masalah unit AC milikmu sudah berusia 10-12 tahun atau lebih, berinvestasi pada versi yang lebih baru dan lebih efisien akan menghemat uang dan kejengkelan seiring waktu. 7. AC membuat masuk angin Dikutip dari Reader's Digest, viruslah yang menyebabkan masuk angin, bukan suhu dingin dari AC. 8. Wajib mengganti freon secara rutin Mengutip laman Toshiba, freon hanya perlu diganti jika mengalami kebocoran yang biasanya disebabkan karena masalah pada sambungan pipa, atau selang yang bengkok atau patah. Namun, sebenarnya freon memiliki jangka waktu pengisian yang cukup lama, yakni 4 hingga 5 tahun. SHUTTERSTOCK/KWANGMOOZAA Ilustrasi pendingin ruangan atau AC air conditioner. 9. Mematikan AC saat keluar agar hemat listrik Untuk hal ini tergantung dari seberapa lama kamu meninggalkan ruangan ber-AC yang dinyalakan. Jika hanya pergi beberapa menit hingga sekitar 1 jam, lebih baik untuk tidak mematikan AC. Ketika kamu mematikan AC untuk keluar sebentar dan kembali menyalakannya, tarikan listrik yang digunakan saat kembali menyalakan AC justru lebih besar ketimbang membiarkannya tetap menyala ketika ditinggal. Namun, jika kamu keluar untuk waktu yang lama, maka pastikan AC milikmu kamu matikan demi keselamatan dan keamanan rumahmu. Baca juga 7 Tanda AC Bekerja Terlalu Keras 10. Membersihkan AC 6 bulan atau satu tahun sekali agar filter awet Ini merupakan salah satu mitos dalam penggunaan AC yang diyakini benar adanya oleh orang banyak. Akan tetapi, untuk membersihkan filter AC tidak boleh selama itu, malah kamu perlu membersihkan secara rutin paling tidak 1-3 bulan sekali. Apabila harus menunggu sampai 6 bulan atau 1 tahun untuk membersihkan filter AC, hal tersebut justru akan menurunkan kinerja AC itu sendiri. Ketika filte sudah sangat kotor, itu akan membuat kompresor bekerja lebih berat sehingga membuat AC tidak optimal. Selain itu, udara yang dihasilkan akan membahayakan kesehatan dan membuat tagihan listrik membengkak. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Penggunaan penyejuk ruangan atau Air Conditioner AC sudah menjadi kebutuhan umum bagi masyarakat. Namun bagaimana memilih AC yang hemat dan efisien energi? Karena penggunaan AC tak hanya berpengaruh pada tagihan listrik pada pelanggan, tetapi bagi pemerintah dalam menghitung kebutuhan energi nasional dan anggaran belanja negara. Dalam proses transisi energi-yaitu peralihan sistem energi dari penggunaan sumber energi berbahan bakar fosil menjadi sistem energi terbarukan-efisiensi energi menjadi salah satu unsur yang penting. Efisiensi energi bertujuan untuk mendorong perbaikan penggunaan energi menjadi lebih efisien, menghindari penggunaan energi yang tidak perlu dan pada akhirnya akan menciptakan keuntungan sosial dan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tentunya akan mendorong peningkatan kebutuhan energi. Untuk itu, pemerintah menyiapkan sebuah regulasi berupa Peraturan Pemerintah No. 79 tentang Kebijakan Energi Nasional mewajibkan tentang standarisasi dan labelisasi untuk semua perlengkapan elektronik yang menggunakan energi [1]. Penggunaan standar dan label ini penting untuk melihat manakah produk yang lebih efisien dalam penggunaan energinya. Mengapa efisiensi energi penting? Karena efisiensi berarti penghematan energi. Bagi masyarakat sebagai konsumen listrik, penghematan penggunaan energi berarti pengurangan biaya tagihan listrik setiap bulannya. Sementara untuk pemerintah, penghematan energi berarti pengurangan beban keuangan negara yang selama ini digunakan untuk biaya impor bahan bakar minyak BBM dan subsidi batubara yang diperlukan untuk memproduksi listrik di pembangkit. Dalam Rencana Umum Energi Nasional RUEN pemerintah telah mentargetkan efisiensi energi nasional sebesar 17,4% terhadap Business as Usual BAU pada tahun 2025 dan 38,9% pada tahun 2050[2]. AC Hemat Energi Namun untuk mencapai target efisien energi tidaklah mudah. Ada sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah. Salah satunya, tingginya tingkat permintaan konsumen terhadap piranti penyejuk ruangan atau Air Conditioner AC. Menurut riset yang dilakukan Lawrence Berkeley National Laboratory tahun 2013, tingkat pertumbuhan penjualan AC di Indonesia mencapai 10-15% setiap tahunnya [3]. Analisis terbaru dari International Energy Agency IEA menunjukkan bahwa tingkat permintaan global terhadap AC akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050 dan akan menjadi salah satu faktor penyumbang konsumsi listrik terbesar [4]. Situasi ini mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengatur tingkat pemakaian energi pada AC. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 07/2015 tentang Penerapan Standar Kinerja Energi Minimum SKEM dan Pencantuman Label Tanda Hemat Energi untuk piranti AC, dan dalam rangka penyederhanaan perizinan terkait SKEM dan label, Permen ini diperbaharui dengan Permen ESDM SKEM adalah spesifikasi yang memuat sejumlah persyaratan kinerja energi minimum sebuah peralatan elektronik pada kondisi tertentu dengan tujuan untuk membatasi jumlah maksimum dari energi yang dapat dikonsumsi oleh produk tersebut. Bila sebuah produk AC telah memenuhi syarat hemat energi tertentu, maka pada produk tersebut dapat ditempelkan label tanda hemat energi. Maksud dari label ini adalah agar konsumen mendapatkan informasi yang jelas mengenai produk-produk yang hemat energi sehingga konsumen bisa melakukan efisiensi energi dan menghemat biaya tagihan listrik setiap bulannya. Jika hal ini terjadi secara massal, tentunya akan mendukung target efisiensi energi pemerintah. Berikut adalah bentuk label hemat energi untuk AC sesuai dengan lampiran Peraturan ESDM Gambar 1 Bentuk Label Tanda Hemat Energi pada Piranti Pengkondisi Udara [5] Melihat label di atas, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh konsumen adalah tanda bintangnya. Semakin banyak bintang, berarti semakin hemat perangkat tersebut. Di dalam Permen yang sama diatur maksud dari masing-masing bintang sebagai berikut Gambar 2 Kriteria Label Tanda Hemat Energi pada Piranti Pengkondisi Udara [5] Apa itu EER? Sebagai perangkat elektronik, AC mengkonsumsi energi listrik. Besarnya konsumsi listrik tiap AC ditunjukkan dengan satuan Watt. Selain dalam satuan Watt, di Indonesia juga digunakan satuan PK. PK merupakan singkatan dari Paardenkracht bahasa Belanda atau Horse Power/HP dalam bahasa Inggris. 1 HP setara dengan 746 watt. Selain itu, setiap AC juga memiliki kapasitas pendinginan dalam satuan BTU British Thermal Unit. BTU merupakan satuan untuk menyatakan banyaknya energi yang dibutuhkan guna menaikkan suhu 1 pound sekitar 454 gram air sebanyak 1 °F sekitar -17,22 °C. Dalam hubungannya dengan AC, BTU digunakan sebagai ukuran banyaknya panas yang dapat dibuang atau dikurangi oleh AC dari suatu ruangan setiap jamnya. Sebagai panduan untuk memilih kapasitas pendinginan AC yang sesuai, website United States Department of Energy – Energy Star menyediakan data-data berikut catatan hanya menyajikan sebagian data dari sekumpulan data Luas ruangan dalam m2 Kebutuhan kapasitas pendinginan dalam BTU 9,3 – 28 – 28 – 51 – 51 – 93 – Sebagai tambahan, jika ruangan yang ingin dipasang AC terlindung dari kontak sinar matahari langsung, maka kapasitas BTU dapat dikurangi sebesar 10%. Sementara itu, jika mendapatkan kontak langsung, kapasitasnya dinaikkan 10%. Dan jika ruangan itu ditempati oleh lebih dua orang dalam waktu yang bersamaan, tambahkan 600 Btu untuk setiap satu orang [6]. Dengan memahami kedua properti utama AC di atas, maka EER atau Energy Efficiency Ratio dapat dijelaskan sebagai rasio antara energi pendinginan udara yang dihasilkan dalam BTU dengan daya listrik yang dikonsumsi setiap jam dalam Watt hour. Sebagai contoh, jika sebuah AC yang memiliki kapasitas pendinginan BTU mengkonsumsi daya sebesar watt tiap jamnya, maka EER AC tersebut adalah 9,92. Semakin tinggi nilai EER sebuah AC, semakin hemat AC tersebut. Hanya saja ini juga berarti bahwa harga jual AC tersebut akan lebih mahal. Manfaat Hemat Energi terhadap Kehidupan Sehari-hari Jika kita ingin membeli AC 1 PK dan ada dua pilihan sebagai berikut AC pertama AC kedua Tipe Fixed speed non-inverter Inverter Harga Rp 3,050,000 Rp 4,900,000 Kapasitas pendinginan 9000 Btu/h ~ 9000 Btu/h Daya Listrik 800 Watt 690 Watt EER 11,25 Btu/ 13,04 Btu/ Kedua AC di atas memiliki kapasitas pendinginan yang hampir sama. Namun akibat perbedaan konsumsi daya diantara keduanya, nilai EER-nya menjadi berbeda. Sesuai dengan pernyataan sebelumnya, semakin tinggi nilai EER, semakin mahal harga sebuah AC. Karenanya AC kedua dari contoh di atas merupakan AC tipe inverter memiliki harga yang lebih mahal Rp. 1,85 juta dibandingkan dengan AC pertama yang bukan inverter. Misalnya kita menggunakan AC setiap harinya selama 10 jam. Dengan harga listrik per kWh sebesar Rp. dan asumsi 30 hari untuk tiap bulannya, maka untuk tiap sepuluh jam penggunaan AC yang hemat energi EER 13,04, kita menghemat tagihan listrik sebesar 800-690/1000 kW x 10 h x Rp. /kWh = Rp per hari, atau Rp per bulannya. AC dengan EER 13,04 memiliki harga pembelian yang mahal, namun biaya pengoperasian yang lebih murah. Dari contoh perhitungan di atas, dalam jangka waktu 3,18 tahun sekitar 3 tahun 3 bulan biaya investasi kita untuk membeli AC yang lebih mahal telah terbayarkan break even. Jadi, mau pilih AC yang hemat dan efisien energi, atau sekedar murah tapi boros energi? Referensi [1] Peraturan Pemerintah No. 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional [2] Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 22/2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional [3] Lawrence Berkeley National Laboratory. 2015. Benefits of Leapfrogging to Superefficiency and Low Global Warming Potential Refrigerants in Room Air Conditioning. Diakses dari [4] International Energy Agency. 2018. Air conditioning use emerges as one of the key drivers of global electricity-demand growth. Diakses dari [5] Peraturan Menteri ESDM No. 57/2017 tentang Penerapan SKEM dan Pencantuman Label Tanda Hemat Energi untuk Peranti Pengkondisi Udara [6] SFGATE. 2017. How to Choose the Right Size Air Conditioner. Diakses dari SISTEM TATA UDARA AC PADA BANGUNAN GEDUNG Dr. SUKAMTA, Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2015 Sistem Pengkondisian Udara AC • TATA UDARA Daerah di Indonesia kebanyakan kurang memberikan kenyamanan karena udaranya panas 23 -34°C, kotor berdebu, berasap dan angin tidak menentu, khususnya pada bangunan tinggi dimana angin mempunyai kecepatan tinggi. Karena keadaan alam yang demikian, maka diperlukan suatu cara untuk mendapatkan kenyamanan dengan menggunakan alat penyegaran udara air condition. • Pengkondisian udara adalah perlakuan terhadap udara untuk mengatur suhu, kelembaban, kebersihan dan pendistribusiannya secara serentak guna mencapai kondisi nyaman yang diperlukan oleh orang yang berada di dalam suatu ruangan. Atau dapat didefinisikan suatu proses mendinginkan udara sehingga mencapai temperatur dan kelembaban yang ideal. Sistem pengkondisian udara pada umumnya dibagi menjadi 2 golongan utama • Pengkondisian udara untuk kenyamanan kerja • Pengkondisian udara untuk industri Air Conditioning  PRINSIP KERJA SISTEM AC AIR CONDITIONING SYSTEM  Prinsip AC yaitu memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain. AC sebagai pendingin memindahkan kalor dari dalam ke luar ruangan, AC sebagai pemanas, memindahkan kalor dari sistem pemanas ke dalam ruangan di negara beriklim kutub. • •  Refrigerant adalah zat pendingin yang berasal dari gas metan CH4 yang hidrogennya diganti dengan Halogen Fluor atau Chloor, dalam bahasa perdagangan adalah Freon. Contoh ; Freon 11 C C13F Trichloro mono fluoro methan, dan Freon 12 C C12F3 Dichloro difluoro methan. Refrigerant Freon mempunyai sifat dapat menguap pada tempratur biasa, tidak berbau dan tidak beracun. Untuk refrigerant Industri seterti pabrik es dan gudang pendingin, dipakai zat pendingin amoniak NH3 yang berbau tetapi lebih murah dari pada Freon. FUNGSI AC Sebagai pengatur suhu ruang sesuai dengan yang dikehendaki, sehingga tercipta kondisi udara yang nyaman. Karena itu, AC memberikan fasilitas bagi bangunan a. Sebagai pengatur suhu - pendingin - pemanas b. Pengatur kelembaban c. Memperlancar distribusi O2, agar mempunyai komposisi ideal bagi pernafasan. Seperti yang pernah di utarakan sebelumnya, bahwa tujuan pengkondisian udara adalah untuk mendapatkan kenyamanan bagi penghuni yang berada didalam ruangan. Kondisi udara yang dirasakan nyaman oleh tubuh manusia adalah berkisar antara • Suhu dan kelembaban 200 C hingga 260 C, 45% hingga 55% • Kecepatan udara m/s  Faktor Pengaruh Pada Rancangan AC a. Primer • Kecepatan udara • Temperatur udara • Kelembaban udara • Rapat udara, yaitu udara yang dibutuhkan manusia berkisar 30-50 m3/jam per-orang. • Pabrik adaptasi 80 m3/jam/orang • Sinar Matahari b. Sekunder • Kondisi ruangan • Fungsi dan kapasitas ruangan • Jenis dan macam material yang dipakai Prinsip dasar AC sebagai pemindah kalor menggunakan media pembawa kator yang berupa larutan pendingin / refrigerant yang tidak berbahaya terhadap lingkungan. 1. Sistem ekspansi langsung Ada beberapa sistem pengkondisian udara yang dapat dilakukan, yaitu Sistem ekspansi langsung Dengan sistem ini, pendinginan secara langsung dilakukan oleh refrigerant yang diekspansikan melalui koil pendingin, sedangkan udara disirkulasikan dengan cara menghembuskannya dengan menggunakan blower / fan melintasi koil pendingin tersebut. Sistem ini biasanya dipergunakan untuk beban pendinginan udara yang tidak terlalu besar seperti keperluan ruangan di rumah Mesin AC jenis Direct Expantion / Ekspansi Langsung 2. SISTEM TIDAK LANGSUNG Indirect Cooling Media yang dipakai adalah air es / chilled water dengan temperatur 5°C. Air es di produksi dlm chiller, mesin pembuat air es yang menggunakan refrigerant sebagai zat pendingin. Udara di serempetkan pada kumparan pipa di mana air es disirkulasikan, mesin pengolah udara/Air Handling Unit AHU yang berisi; kumparan pipa coil, blower dan filter udara. AHU dapat ditempatkan di setiap lantai atau satu AHU mlayani 2-3 lantai atau jika lantai tingkat sangat luas, maka satu lantai dilayani 2 atau lebih AHU. Mesin AC Dibagi menurut cara kerjanya Unit Refrigerant Kompresi Uap 1. Sistem expansi langsung direct expansion - Penyegar udara paket - Penyegar udara ruangan AC Room Unit 2. Sistem expansi tak langsung indirect expansion - Unit pendingin air Chilled water system - Dipakai untuk gedung yang luas dan tinggi Dibagi menurut sistem pendinginannya Air Cooled pendingin udara - Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas kecil - Efisiensi rendah - Maintenance rendah. Water Cooled Pendingin Air - Digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas besar. - Efisiensi lebih besar - Maintenance lebih tinggi karena menyangkut persoalan penyediaan air. JENIS SISTEM PENGKONDISIAN UDARA SISTEM DISTRIBUSI AC 1. AC unit Jarak inlet evaporator dan outlet condensor cooling unit cukup dekat atau terdapat dalam satu wadah container. Misalnya AC window self contained AC unit dan AC split fan coil filter unit. 2. AC central Adatah satu sistem AC yang digunakan untuk seturuh bangunan. Untuk multi stories building ditengkapi dengan AHU Air Handling Unit di tiap lantai. Fungsi AHU adalah untuk mengatur distribusi udara yang dikondisikan pada setiap lantai. Evaporator terdapat pada setiap AHU atau pada tiap ruang, bila dikehendaki untuk diatur suhunya. JENIS AC MENURUT MEDIANYA a. All Air System Adalah sistem AC dengan suplai udara olahan yang didistribusikan dari pendingin sudah berupa udara, bukan cairan pendingin. Peralatan ditempatkan secara memusat pada suatu ruang yang dikondisikan, pemusatan dengan penyediaan udara dan refrigerant plants memungkinkan operasi dan pemeliharaan tidak mengganggu ruang yang lainnya. Keuntungan sistem ini • Ruang yang dikondisikan bebas dari pipa pembuangan, kabel daya listrik dan filter. • Adanya kebebasan untuk distribusi udara yang optimal cocok untuk penggunaan exhaust dan make-up udara yang besar. • Fleksibilitas dan kontrol kelembaban pada semua kondisi operasi yang mudah. Kerugiannya • Balancing sukar sekali untuk daerah yang tidak serentak dihuni. • Out clearance dapat mengganggu floor space untuk duct-riser dan fan. b. All Water System Suatu sistem yang menggunakan media air atau cairan lain sebagai pendingin. Disirkulasikan lewat coil dari suatu terminal udara ke dalam ruang. Pada musim dingin dapat diubah menjadi penyediaan panas. Suhu ruang dikontrol oleh katup air / larutan lain yang teratur dalam coil. Pengatur Suhu Evaporator terdapat pada setiap ruang dari distribusi All Water System. c. Water To Air System Adalah sistem AC dengan AHU. Peralatan pengatur udara dan refrigerant plant diletakkan terpisah dari ruang yang dikondisikan. Pengaturan temperatur untuk tiap ruang dapat semaksimal mungkin balk suku maupun kecepatan udaranya dengan fan. Dari pendingin ke AHU berupa air / larutan pendingin, dari AHU ke ruang berupa udara. d. Direct Expansion System Adalah sistem AC yang mempunyai satu self compact unit, bisa diletakkan di dalam maupum dengkat ruang yang dikondisika. AC Non Sentral Bagian-Bagian AC Air Conditioner Unit BesertaFungsinya. a Compressor kompresi. Yaitu berfungsi untuk memompa gas refrigerant b Evaporator pengembunan. Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur dingin c Recervoir. Yaitu berfungsi untuk manyimpan gas dari condensor sebelum dialirkan ke compressor. d Condensor penguapan. Berfungsi untuk tempat pembuangan temperatur panas e Filter Dryer. Berfungsi sebagai penyaring sisa-sisa kotoran gas dan oli f Motor Fan Dan Blower. Motor berfungsi untuk memutar kipas fan dan blower agar terjadinya sirkulasi udara 2. Sistem Pengkondisian Udara secara Sentral • AC Central AC Central adalah satu sistem AC yang digunakan untuk seluruh bangunan. Untuk multi stories building dilengkapi dengan AHU Air Handling Unit di tiap lantai. Fungsi AHU adalah untuk mengatur distribusi udara yang dikondisikan pada setiap lantai. Evaporator terdapat pada setiap AHU atau pada tiap ruang, bila dikehendaki untuk diatur suhunya. • Unit pendingin utama digunakan 2 unit Water Cooled Water Chiller dimana satu unit beroperasi dan satu unit sebagai cadangan, unit Chiller beroperasi dengan menggunakan “Primary Refrigerant” berupa refrigerant R123 pada unit Chiller & R 134A pada unit purging yang sudah ramah lingkungan, nantinya akan mendinginkan “Secondary Refrigerant” berupa air, dimana air yang sudah didinginkan ini di sirkulasikan oleh Chilled Water Pump ke AHU dan FCU di LQB. Skema Kerja AC Central Cara Kerja AC Sentral 1. Air dari cooling tower masuk refrigerator melalui condensor,refrigerator ini difungsikan untuk mendinginkan air panas dari AHU. 2. Dalam refrigerator ini terjadi proses pendinginan air, air panas dari AHU masuk chiller dalam refrigerator diubah menjadi air dingin,yang kemudian air dingin tersebut disirkulasikan kembali ke dalam AHU yang mana AHU digunakan untuk mengkondisikan / mengubah udara panas dalam ruang menjadi dingin. 3. Udara panas dalam ruang akan dihisap kedalam AHU melalui lubang register yang kemudian diubah menjadi udara dingin dengan penambahan O2. 4. Udara segar dari AHU ini akan didistribusikan kembali pada setiapruangan dengan tekanan velocity yang cuku Bagian Bagian AC Sentral  • Water Cooled Water Chiller Unit Chiller yang digunakan pada sistem ini merupakan jenis Water Cooled Water Chiller dengan menggunakan kompresor jenis sentrifugal 3 tahap / 3 stage centrifugal compressor Kompresor sentrifugal 3 tingkat , yang diproduksi oleh salah satu pabrikan unit AC yang cukup terkenal yaitu Trane Company. Unit ini berkapasitas 320 Ton Refrigerant / 320 TR, dengan menggunakan sistim negative pressure, dimana jika terjadi kebocoran pada unit Chiller maka refrigerant yang terdapat didalamnya tidak akan terbang ke udara, melainkan udara luar yang akan masuk ke dalam sistem Water Cooled Centrifugal Chiller  Chilled Water & Condenser Water Pump • Guna keperluan mensirkulasikan air yang sudah didinginkan oleh unit Chiller ke AHU maupun air yang mendinginkan unit condenser di Chiller ke Cooling Tower, maka di gunakan masing-masing sistem satu paket Pompa sirkulasi air dingin dan Pompa sirkulasi air pendingin. Cooling Tower Unit • Unit ini berfungsi sebagai pendingin unit condenser pada unit Chiller dengan media yang digunakan adalah air, dimana sistem kerja Cooling Tower dapat dijelaskan sebagai berikut condenser di unit Chiller akan memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi akibat tekanan kerja dari Kompresor, sehingga diperlukan media pendingin untuk merubah fase refrigerant di condenser tersebut, untuk itu dibuat suatu sistem pendinginan dengan menggunakan media air yang disirkulasikan oleh pompa ke unit Cooling Tower, dimana air yang disirkulasikan tersebut akan membawa kalor dari condenser untuk kemudian di lepaskan kalornya ke udara di Cooling Tower, sehingga air akan mengalami penurunan temperatur dan kembali disirkulasikan kembali ke unit condenser. • Unit Cooling Tower sendiri terdiri dari satu unit casing Cooling Tower, Motor Blower, Basin dan Water Filler atau jika diartikan menjadi sirip – sirip pendingin air. Unit Cooling tower  Air Handling Unit AHU dan Fan Coil Unit • Baik Air Handling Unit maupun Fan Coil Unit memiliki kesamaan fungsi, Air Handling unit difokuskan untuk menangani kapasitas pendinginan yang lebih besar sedangkan Fan Coil Unit difokuskan untuk kapasitas pendinginan yang lebih kecil, dalam sistem ini AHU di gunakan untuk mengkondisikan fresh air udara segar dari udara luar yang akan didistribusikan sebagai tambahan udara segar untuk FCU dan kamar juga sebagai distribusi suplai udara dingin guna keperluan koridor di masing-masing lantai. • Komponen – komponen dari AHU maupun FCU sebenarnya cukup sederhana yang terdiri dari Casing, Koil, Filter Udara dan Motor Blower. APLIKASI DARI AC SENTRAL  GEDUNG KANTOR Dapat dibagi menurut jumlah tingkat lantai satu AHU dapat melayani 1 lantai atau lebih tergantung kapasitas AHUnya dan beban kalor yang akan didinginkan.  RUMAH SAKIT • Rumah sakit berbeda dengan jenis bangunan lainnya, di mana lingkungannya harus dijaga supaya tetap bersih untuk mencegah penyebaran dan berkembangnya bakteribakteri. Oleh karena itu ruangan yang tersedia hendaknya dibagi menjadi beberapa daerah, sehingga tidak terjadi pencampuran udara yang mengandung kuman penyakit. • AC yang sesuai adalah type unit coil kipas udara fan-coil yang dipasang pada setiap ruangan atau package yang dipasang pada setiap daerah. Lanjutan  Toko Serba Ada dan Pusat Pertokoan Dapat dibagi sama dengan gedung kantor, dengan ducting horizontal. GEDUNG-GEDUNG PERTEMUAN BIOSKOP DAN LAIN-LAIN Dapat digunakan 1 satu buah AC Package atau lebih + ducting dara bagi para karyawan udara yang digunakan dalam proses produksi, lingkungan kerja mesin dan sebagainya.  Hotel • Apartemen dan asrama umumnya menggunakan fan-coil unit. Ruangruang umum pada hotel biasanya menggunakan AC package ataupun horizontal ducting. Lanjutan  Bangunan Industri Dibedakan atas dua bagian, yaitu penyegaran udara bagi para karyawan dan penyegaran udara yang digunakan dalam proses produksi, penyimpanan, lingkungan kerja mesin, dsb. Sedangkan jenis yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan. Skema AC Sentral Bersirkulasi Air dan Udara Pengglongan Sistem Udara Penuh • Jenis yang mendasari adalah sistem pengkondisian udara sentral. Untuk menjamin pengaturan pengkondisian udara ruangan yang diteliti, maka sesuai dengan kemajuan teknik pengkondisian udara yang telah dicapai sampai pada saat ini, dapat dikembangkan beberapa sistem. Hal tersebut terutama menyangkut perkembangan elemen pendinginnya. Jenis – jenis sistem penghantar udara adalah sebagai berikut Sistem Udara Penuh • Sistem Saluran Tunggal Sistem ini merupakan sistem penghantar udara yang paling banyak dipergunakan. campuran udara ruangan didinginkan dan dilembabkan, kemudian dialirkan kembali kedalam ruangan melalui saluran udara. Keuntungan dari sistem ini adalah • Sederhana, mudah perancangannya, pemasangan, pemakaian dan perawatannnya. • Biaya awal lebih rendah dan murah.  Kerugian dari sistem ini adalah • Saluran utama berukuran besar, sehingga memerlukan tempat yang lebih besar. • Kesulitan dalam mengatur temperatur dan kelembaban dari ruangan yang sedang dikondisikan, karena beban kalor dari ruangan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sistem Dua Saluran  Sistem ini kebanyakan digunakan di gedung-gedung besar, dalam hal tersebut udara panas dan udara dingin dihasilkan secara terpisah oleh mesin penyegar udara yang bersangkutan. Kedua jenis udara itu pun disalurkan melalui saluran yang terpisah satu sama lain. Tetapi kemudian dicampur sedemikian rupa sehingga tercapai tingkat keadaan yang sesuai dengan beban kalor dari ruangan yang akan disegarkan. Sesudah itu disalurkan ke dalam ruangan yang bersangkutan. Sistem ini dinamakan sistem dua saluran.  Sistem Air Udara • Ciri-ciri Sistem Air Udara • Dalam sistem air udara, unit koil kipas udara atau unit induksi dipasang di dalam ruagan yang akan dikondisikan. Air dingin dialirkan ke dalam unit tersebut, sedangkan udara ruangan dialirkan melalui unit tersebut sehingga menjadi dingin. Selanjutnya udara tersebut bersirkulasi di dalam ruangan. Demikian pula untuk keperluan ventilasi, udara luar yang telah didinginkan dan dikeringkan atau udara luar yang telah dipanaskan dan dilembabkan dialirkan dari mesin pengolah udara jenis sentral ke ruangan yang akan dikondisikan. ALHAMDULILLAH Bagiaimana sebenarnya cara kerja AC? AC atau Air Conditioner adalah seperangkat komponen atau peralatan yang bisa mengkondisikan ruangan sesuai keinginan, terutama dapat mengkondisikan ruangan dengan suhu lebih rendah jika dibandingkan suhu di sekitarnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pengertian tentang AC dan cara kerjanya di bawah ini! Pengertian ACApa Saja Fungsi AC?Komponen Yang Terdapat Pada ACCara Kerja AC Prinsip Dasar Air ConditionerCara Kerja AC AC Untuk Rumah Tangga Pengertian AC AC Air Conditioner merupakan sejenis mesin yang diciptakan untuk menstabilkan kelembaban udara dan suhu dalam sbeuah ruangan. AC dipakai untuk mendinginkan ruangan sesuai kebutuhan. Walaupun AC termasuk inovasi teknologi modern, namun konsep pendingin ruangan sendiri sudah dikenal dimulai dari abat pertengahan, yakni di masa Persia dan Romawi Kuno. Prinsip Kerja AC AC pertama kali ditemukan oleh Willis Haviland Carrier dalam bentuk AC modern yang berskala besar berenergi listrik sejak tahun 1902. Apa Saja Fungsi AC? Air conditioner berfungsi untuk menstabilkan suhu uadara dalam sebuah rungan sehingga menjadi terasa nyaman, sejuk, juga sehat. Sebenarnya ada 3 hal yang bisa diatur atau dikondisikan memakai AC, diantaranya kebersihan udara, suhu, dan kelembaban. 1. Mengatur Suhu Udara AC memiliki fungsi utama untuk mengatur temperatur atau suhu yang ada dalam ruangan. Temperatur yang diinginkan bisa diatur lewat angka yang terdapat di remote control. Biasanya, suhu paling rendah pada Ac ialah 18oC sedangkan suhu tertingginya sekitar 30oC. 2. Menjaga Kelembaban Udara Kelembaban udara dan suhu saling berhubungan, jadi secara tak langsung AC berperan juga untuk mengatur kelembaban udara dalam ruangan. Sebaiknya suhu AC diatur dengan suhu ideal sekitar 24-25oC sebab jika udara terlalu dingin biasanya kelembabannya pun semakin tinggi. Inilah salah satu faktor penyebab kulit cepat kering. 3. Membersihkan Udara Mesin AC telah dilengkapi oleh filter yang dapat menyaring kotoran dan debu di dalam udara, oleh karenanya udara menjadi lebih sehat dan bersih. Maka dari itu, filter di dalam komponen AC harus selalu dibersihkan dengan rutin agar kotoran dan debu yang tersaring dapat terbuang, dan udara pun tetap terjaga kebersihan dan kesejukannya. Komponen Yang Terdapat Pada AC Cara kerja AC itu sendiri sebenarnya tergantung dari kinerja komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. AC juga memiliki berbagai macam komponen yang umumnya bisa dikategorikan ke dalam 4 bagian, diantaranya kelistrikan, refrigeran, komponen utama, dan komponen pendukung. 1. Komponen Utama Kompinen utama bagi sebuah AC ialah komponen yang berguna untuk mengatur temperatur/suhu ruangan, yang terdiri atas kompresor, konensator, pipa kapiler, dan evaporator. Adapun macam-macam dan fungsi dari keempat komponen di atas ialah Kondensator, berguna menukar kalor, mengkonversi bentuk/wujud dari refrigeran yang awalnya berupa gas hingga menjadi cair, sekaligus dapat menurunkan temperatur refrigeran. Biasanya pipa kondensator ini dibentuk secara berliku, dilengkapi oleh sirip. Kompresor, berfungsi untuk memompakan refrigran hingga ke seluruh komponen AC dengan cara kerja sama seperti jantung manusia. Alat ini dilengkapi oleh 2 buah pipa, yakni pipa tekan dan pipa hisap dengan 2 tekanan, baik bertekanan rendah maupun tinggi. Evaporator, berguna untuk menyerap sekaligus mengalirkan panas yang berasal dari udara menuju refrigeran, dengan demikian refrigeran dapat berubah dari zat cair ke gas sesudah melewati pipa kapiler. Pipa kapiler, adalah komponen yang memiliki peranan begitu penting bagi AC sebab berguna untuk menurunkan tekanan sekaligus mengatur aliran dari refrigeran menuju evaporator. 2. Komponen Pendukung Di samping komponen utama untuk mendinginkan udara, Air Conditioner juga telah dilengkapi oleh beberapa komponen lain, seperti accumulator, strainer, fan, dan blower. Strainer berguna untuk menyaring debu dan kotoran di dalam refrigeran. Accumulator berfungsi menampung refrigeran cair sementara yang bersuhu rendah beserta campuran pelumas pada evaporator, sekaligus menjaga supaya aliran refrigeran ke kompresor pun tetap lancar. Fan, berguna membantu kondensator untuk membuang kalor ke udara luar. 3. Komponen Kelistrikan Mengingat AC bekerja dengan memanfaatkan tenaga listrik, tentu diperlukan pula beberapa komponen kelistrikan dengan fungsi yang berbeda-beda. Seperti halnya termostat, kapasitor, overload, dan motor listrik. 4. Refrigeran Refrigeran bisa dikatakan sebagai zat di dalam AC yang mengalur dan berperan sebagai pendingin. Ketika AC bekerja, maka refrigeran ini dapat berubah wujud antara cair dengan gas secara terus menerus agar menghasilkan udara yang dingin. Cara Kerja AC Prinsip Dasar Air Conditioner AC bekerja untuk mendinginkan udara di dalam ruangan dengan memanfaatkan prinsip sederhana dari fisika. Pengubahan cairan menjadi gas/udara dengan cara alami bisa mengakibatkan penyerapan panas, dan hal tersebut dinamakan sebagai fase konversi. Sementara AC menggunakan campuran kimia, oleh karenanya dapat menghadirkan lingkungan tertutup yang didalamnya terjadi kondensasi dan penguapan berulang. Campuran tersebut dinamakan refrigerants, dimana refrigerants tersebut terdiri atas hidroklorofluoorkarbon, perfluorokarbon dan klorofluorkarbon. Dimana semua senyawa refrigerants tersebut bisa menghadirkan fase konversi. Di samping itu, AC mempunyai kipas yang dapat mendistribusikan udara panas agar berjalan melewati kumparan yang berisi refrigerants. Lalu udara panas pun akan dialirkan kipas, sehingga dapat berjalan melewati kumparan evaporator berisi refrigerants. Lalu senyawa refrigerants tadi melakukan tugasnya untuk menyerap panas yang sebanyak-banyaknya sambil berubah wujud menjadi gas dari cairan. Supaya refrigerants tadi bisa melakukan kembali tugasnya, maak AC harus dapat mengembalikan wujudnya untuk kembali lagi menjadi cairan dari gas. Hal tersebut dilakukan dengan menekan gas dengan tekanan sangat tinggi. Lalu tekanan tinggi tersebut menyebabkan munculnya suhu panas dan kemudian dialirkan menuju luar ruangan oleh kumparan kondensor dan kipas kedua. Siklus tersebut dilakukan secara berulang-ulang selama AC berfungsi dengan baik. Cara Kerja AC AC Untuk Rumah Tangga Untuk bisa menjalankan fungsinya, setidaknya AC memerlukan beberapa unit. Dimana unit-unit tersebut terdiri atas katup ekspansi, kompresor, kumparan pendingin, kumparan panas, unit konterol, dan 2 unit kipas. Adapun sistem yang sering dipakai adalah unit atau sistem terpisah yang dinamakan sebagai split system units. Dimana sistem tersebut memisahkan bagian panas dengan bagian yang dingin sehingga membentuk sistem Air Conditioner secara utuh. Bagian atau sisi dingin biasanya terbentuk berdasarkan katup ekspansi serta kumparan dingin dengan saluran beserta sistem udara. Sisi dingin tersebut biasanya disimpan di dalam ruangan lalu dihubungkan menggunakan saluran yang ada di bagian dalam ruangan. Sedangkan sisi panas atau unit kondensor sendiri diletakkan di luar ruangan. Nah, itulah sedikit ulasan tentang cara kerja AC dan komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. Semoga membantu! Post Views 6,542 JAKARTA, - Air conditioner atau AC membantu menjaga rumah tetap sejuk dan nyaman dengan mengatur suhu secara memadai. Karena itu, penting memastikan AC berfungsi secara efektif. Namun, sebelum memasang AC di rumah, penting mengetahui jenis AC yang tepat untuk ruangan tempat AC akan diletakkan. Baca juga 6 Cara Mudah Membuat Ruangan Sejuk Tanpa Perlu ACSetidaknya, ada enam jenis AC yang dapat digunakan di rumah serta masing-masing dirancang untuk alasan dan ruangan yang berbeda. Melansir dari Roohome, Selasa 30/11/2021, berikut jenis-jenis AC yang bisa dipasang di rumah Anda. Baca juga Pentingnya Melindungi Unit AC Outdoor agar Bekerja Lebih Efektif AC sentral Sistem AC sentral menggabungkan kompresor, kondensor, dan evaporator dalam satu unit yang ditempatkan pada pelat beton di dekat fondasi atau atap. Dari unit, ada saluran yang mengalir melalui atap atau dinding luar dan menarik udara dari dalam rumah serta mengalirkan kembali udara yang didinginkan. Jenis sistem AC ini juga dapat dikombinasikan dengan tungku gas alam atau koil pemanas. Baca juga Jarang Diketahui, Ternyata Ini 4 Fungsi Mode Dry pada AC Sistem pemisahan mini tanpa saluran SHUTTERSTOCK/NAYPONG STUDIO Ilustrasi AC ini paling baik untuk rumah yang tidak memiliki saluran udara. Sistem ini menggabungkan kondensor dan kompresor luar ruangan dengan lebih banyak unit penanganan udara dalam ruangan. Unit terpasang ke dinding dan memiliki blower yang terpasang. Ada tabung yang menghubungkan unit outdoor dan indoor serta mensirkulasikan refrigeran. Salah satu hal terbaik tentang sistem AC ini adalah dapat dipasang tanpa harus melubangi dinding. Anda hanya membutuhkan outlet kecil melalui dinding untuk pipa pembuangan dan koil. Jenis AC ini bisa lebih mahal jika mendinginkan seluruh rumah, tetapi bisa hemat energi jika hanya mendinginkan ruangan tertentu. Baca juga 5 Tips Menggunakan AC Portabel agar Lebih Efesien AC jendela Ini adalah jenis AC yang umum untuk sebuah ruangan. Komponen tertutup dalam satu kotak dan ada termostat tunggal. Sesuai dengan namanya, unit AC ini dipasang pada ambang jendela atau dinding. AC jendela adalah pilihan yang baik untuk satu ruangan atau jika ada beberapa kamar terhubung yang tidak memiliki pintu yang menghalangi sirkulasi udara. AC portable SHUTTERSTOCK/ALEXLMX Ilustrasi AC portable. Unit AC portable mirip dengan AC jendela, tetapi dapat dengan mudah dipindahkan dari ruangan ke ruangan. Jenis AC ini berdiri bebas sehingga dapat meletakkannya pada lantai, meja, atau di mana pun. Anda hanya perlu stopkontak serta jendela untuk melepas pembuangan udara. Baca juga 8 Penyebab AC Mengeluarkan Bau Tak Sedap

suatu ruangan terdapat ac yang diatur pada